Saturday, April 09, 2016

Karya Ilmiah, Semi Ilmiah, dan Non Ilmiah

Karya ilmiah 

Pengertian Karya Ilmiah
      Karya Ilmiah (bahasa Inggris: scientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

Ciri-Ciri Karya Ilmiah:

 1. Struktur Sajian
       Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan kesimpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut. 

2. Komponen dan Substansi
     Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
 
3. Sikap Penulis
      Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah obyektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua. 

4. Penggunaan Bahasa
       Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.

Jenis-Jenis Karya Ilmiah: 


1. Karya Ilmiah Berbentuk Makalah
      Makalah pada umumnya disusun untuk penulisan didalam publikasi ilmiah, misalnya jurnal ilmu pengetahuan, proceeding untuk seminar, bulletin, atau majalah ilmu pengetahuan dan sebagainya. Ciri pokok makalah adalah singkat, hanya pokok-pokok saja dan tanpa daftar isi. 

2. Karya Ilmiah Berbentuk Report/Laporan Ilmiah yang Dibukukan
         Karya ilmiah jenis ini biasanya ditulis untuk melaporkan hasil-hasil penelitian, observasi, atau survey yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang. Laporan ilmiah yang menjadi persyaratan akademis di perguruan tinggi biasanya disebut Skripsi, yang biasanya dijadikan persyaratan untuk karya ilmiah jenjang S1, Tesis untuk jenjang S2, dan Disertasi untuk jenjang S3.
 
3. Buku Ilmiah
         Buku ilmiah adalah karya ilmiah yang tersusun dan tercetak dalam bentuk buku oleh sebuah penerbit buku umum untuk dijual secara komersial di pasaran. Buku ilmiah dapat berisi pelajaran khusus sampai ilmu pengetahuan umum yang lain. 

Karya Semi Ilmiah

Pengertian Karya Semi Ilmiah 
       Karangan semi Ilmiah adalah karangan ilmu pengatahun yang menyajikan fakta umum dan menurut metodologi panulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya tekhnis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya atau sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannya pun tidak semi-formal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering dimasukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis semi ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.

Ciri-ciri karangan semi ilmiah
1. Ditulis berdasarkan fakta pribadi
2. Fakta yang disimpulkan subjektif
3. Gaya bahasa formal dan popular
4. Mementingkan diri penulis
5. Melebih-lebihkan sesuatu
6. Usulan-usulan bersifat argumentaf dan persuasif

Jenis-Jenis Karangan Semi Ilmiah
Jenis-jenis karangan semi ilmiah yaitu artikel, editorial, opini, tips, reportase, dan resensi buku. Resensi buku adalah bentuk konbinasi antara uraian, ringkasan, dan kritik objektif terhadap sebuah buku.

Karya Non Ilmiah

Pengertian Karya Non Ilmiah

      Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).

Ciri-ciri Karya Tulis Non-Ilmiah

1. Ditulis berdasarkan fakta pribadi
2. Fakta yang disimpulkan subyektif
3. Gaya bahasa konotatif dan populer
4. Tidak memuat hipotesis
5. Penyajian dibarengi dengan sejarah
6. Bersifat imajinatif
7. Situasi didramatisir
8. Bersifat persuasif
9. Tanpa dukungan bukti

Jenis-jenis karya non-ilmiah
Jenis-jenis karya non-ilmiah adalah dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman.

Sumber:


Friday, April 01, 2016

Penalaran Induktif

Pelaran induktif adalah cara berpikir dengan menarik kesimpulan umum dari pengamatan atas gejala-gejala yang bersifat khusus. Misalnya pada pengamatan atas logam besi, alumunium, tembaga dan sebagainya. Jika dipanasi ternyata menunjukkan bertambah panjang. Dari sini dapat disimpulkan secara umum bahwa logam jika dipanaskan akan bertambah panjang. Biasanya penalaran induktif ini disusun berdasarkan pengetahuan yang dianut oleh penganut empirisme.
Contoh penalaran induktif adalah :kerbau punya mata. anjing punya mata. kucing punya mata:. setiap hewan punya matapenalaran induktif membutuhkan banyak sampel untuk mempertinggi tingkat ketelitian premis yang diangkat. untuk itu penalaran induktif erat dengan pengumpulan data dan statistik.
Selanjutnya pengertian penalaran induktif menurut Tim Balai Pustaka (dalam Shofiah, 2007 :14) istilah penalaran mengandung tiga pengertian, diantaranya :
  1. Cara (hal) menggunakan nalar, pemikiran atau cara berfikir logis.
  2. Hal mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dengan nalar dan bukan dengan perasaan atau pengalaman.
  3. Proses mental dalam mengembangkan atau mengendalikan pikiran dari beberapa fakta atau prinsip
Contohnya dalam menggunakan preposisi spesifik seperti:
Es ini dingin. (atau: Semua es yang pernah kusentuh dingin.)
Bola biliar bergerak ketika didorong tongkat. (atau: Dari seratus bola biliar yang didorong tongkat, semuanya bergerak.)
Untuk membedakan preposisi umum seperti:
Semua es dingin.
Semua bola biliar bergerak ketika didorong tongkat.
Induksi kuat:
Semua burung gagak yang kulihat berwarna hitam.
Induksi lemah:
Aku selalu menggantung gambar dengan paku.
Banyak denda mengebut diberikan pada remaja.
Penalaran induktif dimulai dengan pengamatan khusus yang diyakini sebagai model yang menunjukkan suatu kebenaran atau prinsip yang dianggap dapat berlaku secara umum.
Perbedaan dari penalaran deduktif dan induktif adalah, penalaran deduktif memberlakukan prinsip-prinsip umum untuk mencapai kesimpulan-kesimpulan yang spesifik, sementara penalaran induktif menguji informasi yang spesifik, yang mungkin berupa banyak potongan informasi yang spesifik, untuk menarik suatu kesimpulan umum.
Jenis – jenis penalaran induktif yaitu :
1. Generalisasi yaitu proses penalaran dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data.
Contoh :
Hasil UTS mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas 3EA06 telah keluar. Ternyata dari 40 mahasiswa hanya 10 orang yang mendapat nilai 90. Setengahnya mendapat nilai antara 80 – 65 dan tidak ada seorang pun yang mendapat nilai di bawah 65. Itu berarti dapat disimpulkan bahwa mahasiswa kelas 3EA06 cukup pintar dalam mengerjakan soal Bahasa Indonesia.
Macam – macam generalisasi :

a. Generalisasi sempurna yaitu generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan penyelidikan. Contoh : sensus penduduk

b. Generalisasi tidak sempurna yaitu generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki. Generalisasi ini dapat menghasilkan kebenaran bila melalui pengujian yang benar. 

2. Analogi yaitu cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang memilki sifat yang sama.
Contoh :
Danih adalah seorang altlet lari kebanggaan Indonesia. Setiap hari dia selalu berlatih keras untuk meningkatkan kemampuan berlarinya. Demikian juga dengan Sandy, dia merupakan seorang polisi yang memerlukan fisik yang kuat untuk menjalankan tugasnya sebagai aparat penegak hukum. Keduanya membutuhkan mental dan fisik yang kuat untuk bertanding atau mambantu masyarakat melawan kejahatan. Oleh karena itu, untuk menjadi atlet dan polisi harus memilki mental dan fisik yang kuat dengan cara selalu berlatih.

3. Hubungan kausal yaitu penalaran yang diperoleh dari gejala – gejala yang saling berhubungan.
Contoh :
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jika dipanaskan emas memuai
Macam – macam hubungan kausal :

a. Sebab - akibat
Contoh :
Sejumlah pengusaha angkutan di Bantul terpaksa gulung tikar karena pendapatan yang mereka peroleh tidak bisa menutup biaya operasional. Minimnya pendapatan karena sebagian besar penumpang membayar ongkos dibawah ketentuan tarif yang sudah ditetapkan, akibat ketidakmampuan ekonomi. (Sumber : Kompas, 10 Mei 2008).

b. Akibat -sebab
Contoh :
Andi mendapat nilai yang memuaskan pada ujian semester kenaikan kelas. Dia mendapat rangking pertama di kelasnya. Hasil yang diperoleh Andi ini dia dapatkan karena belajar yang sangat tekun setiap harinya.

c Akibat – akibat
Contoh :
Kemarin Lusi mengalami kecelakaan akibat menabrak pembatas jalan. Akibat dari kecelakaan tersebut dia mengalami patah kaki dan harus dirawat di rumah sakit.
 
Sumber:

Friday, March 25, 2016

Penalaran Deduktif

Penalaran Deduktif  

Penalaran deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuku kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dari suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit.

Contoh :
Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status social.

Macam-macam Penalaran Deduktif
Macam-macam penalaran deduktif diantaranya :

1. Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.

2. Entimen
Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.

Ciri-ciri paragraf berpola deduktif 
Paragraf berpola deduktif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1) Letak kalimat utama di awal paragraf
2) Diawali dengan pernyataan umum disusul dengan uraian atau penjelasan khusus
3) Diakhiri dengan penjelasan

Sumber: 

Friday, March 18, 2016

Penalaran

     Penalaran adalah proses berfikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi-proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
       Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (conclution). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.

Ciri-Ciri Penalaran 
Berikut ini merupakan ciri-ciri penalaran:
- Adanya suatu pola berpikir yang secara luas dapat disebut logika (penalaran merupakan suatu proses bepikir logis).
- Sifat analitik dari proses berpikir. Analisis pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu. Perasaan intuisi merupakan cara berpikir secara analitik.

Berikut adalah ciri-ciri penalaran secara detail:
- Logis, suatu penalaran harus memenuhi unsur logis, artinya pemikiran yang ditimbang secara objektif dan didasarkan pada dara yang sahih.
- Analitis, berarti bahwa kegiatan penalaran tidak terlepas dari daya imajinatif seseorang dalam merangkai, menyusun atau menghubungkan petunjuk-petunjuk akal pikirannyake dalam suatu pola tertentu.
- Rasional, artinya adalah apa yang sedang di nalar merupakan suatu fakta atau kenyataan yang memang dapat dipikirkan secara mendalam.

Tahap-Tahap Penalaran

Menurut John Dewey, proses penalaran manusia dilakukan melalui beberapa tahap berikut:
1. Timbul rasa sulit, baik dalam bentuk adaptasi terhadap alat, sulit mengenal sifat, ataupun dalam menerangkan hal-hal yang muncul secara tiba-tiba.
2. Kemudian rasa sulit tersebut diberi definisi dalam bentuk permasalahan.
3. Timbul suatu kemungkinan pemecahan yang berupa reka-reka, hipotesis, inferensi atau teori.
4. Ide-ide pemecahan diuraikan secara rasional melalui pembentukan implikasi dengan cara mengumpulkan bukti-bukti (data).
5. Menguatkan pembuktian tentang ide-ide tersebut dan menyimpulkan melalui keterangan-keterangan ataupun percobaan-percobaan.


http://www.seputarpengetahuan.com/2014/12/pengertian-dan-metode-penalaran-menurut-para-ahli.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran

Saturday, October 31, 2015

Manfaat Bersepeda

Menikmati pemandangan alam dengan menggunakan sepeda adalah hal yang sangat menyenangkan. Selain kesenangan, manfaat bersepeda juga sangat banyak bagi kesehatan Anda.
Selain sebagai alat untuk rekreasi, bersepeda membuat tubuh bergerak aktif. Sebagaimana kita tahu, tubuh yang aktif adalah salah satu syarat penting untuk menjaga kualitas kesehatan kita. Bersepeda sendiri, jika dilakukan minimal 2,5 jam seminggu secara rutin memiliki dampak positif bagi kesehatan tubuh.

Apa saja manfaatnya?

Berikut ini adalah beberapa manfaat bersepeda jika dilakukan secara rutin.
  • Memperbaiki kardiovaskular.
Bersepeda termasuk olahraga kardio, dikategorikan demikian karena dengan bersepeda, kinerja jantung, paru-paru, dan sistem sirkulasi akan meningkat. Selain itu, bersepeda secara teratur juga mampu menurunkan tingkat kolesterol jahat dalam darah, menguatkan otot jantung, dan menurunkan tekanan darah.
Menurunnya tingkat kolesterol jahat akan meminimalisasi risiko penyempitan pembuluh darah. Otot jantung yang biasa terlatih akan lebih efektif sehingga proses mengantarkan darah dan oksigen ke seluruh tubuh makin optimal.
Makin baik kinerja sistem peredaran darah atau kardiovaskular Anda, makin rendah risiko Anda  terkena stroke, serangan jantung, dan tekanan darah tinggi.
  • Meningkatkan kekuatan otot.
Berapa banyak anggota tubuh yang terlibat saat Anda bersepeda? Hampir semuanya, bukan? Mulai dari kaki yang mengayuh hingga mata yang waspada.
Banyaknya anggota tubuh yang aktif membuat otot tubuh bagian yang bersangkutan mengalami peningkatan aktivitas. Jika aktivitas itu dilakukan secara rutin, maka otot yang kuat dan fleksibel menjadi salah satu dari hasilnya. Selain itu, koordinasi dan keseimbangan tubuh juga ikut terlatih.
  • Merawat sendi.
Selain otot, sendi-sendi pada kaki dan tangan akan ikut aktif. Sikut, lutut, pergelangan kaki, dan pergelangan tangan adalah beberapa sendi yang akan otomatis bekerja saat bersepeda. Mobilitas yang baik pada persendian akan membuatnya makin fleksibel.
  • Menjaga berat badan.
Berkat bersepeda, kinerja kardiovaskular dan otot Anda menjadi kian optimal. Salah satu keuntungan dari tubuh yang aktif, kardiovaskular yang baik, dan otot terlatih adalah pembakaran kalori atau tingkat metabolisme tubuh ikut meningkat.
Pembakaran kalori tentu saja sangat baik untuk menjaga berat badan tetap ideal. Upayakan untuk mengombinasikan kebiasaan bersepeda secara rutin dengan pola makan yang seimbang sebagai langkah menghindari risiko kegemukan.
  • Menurunkan tingkat stres.
Saat bersepeda, tubuh akan mengeluarkan hormon yang disebut endorfin. Hormon ini memicu rasa nyaman dan suasana hati yang positif. Selain itu, endorfin juga bisa mengurangi rasa sakit.
Timbulnya rasa nyaman dalam tubuh tentu saja akan mengurangi beban yang menggelayuti pikiran Anda. Ditambah dengan bagusnya pemandangan saat bersepeda, maka penurunan level stres dalam tubuh Anda akan makin signifikan.
  • Menurunkan risiko penyakit-penyakit lain.
Aktivitas fisik yang rutin melalui bersepeda baik untuk kesehatan tubuh secara umum. Salah satu keuntungan dari tubuh yang aktif adalah minimnya risiko terkena diabetes. Hal ini terkait dengan stabilnya produksi insulin oleh tubuh yang aktif. Bersepeda juga bisa memperkecil risiko terkena kanker terutama kanker usus besar.

Pastikan bersepeda dengan aman

Banyak sekali bukan manfaat bersepeda yang bisa dinikmati oleh Anda? Agar manfaat bersepeda tersebut makin optimal, jangan lupakan faktor keamanan saat mengayuh sepeda.
Bagaimanapun juga, keamanan bersepeda wajib dilakukan. Tanpa mengindahkan keamanan, manfaat bersepeda bisa sia-sia. Untuk itu, perhatikan beberapa tips aman berikut:
  • Periksa sepeda Anda.
Sebelum bersepeda ria, pastikan Anda sudah memeriksa semua komponen dalam sepeda Anda mulai dari rem, hingga kondisi ban. Membiarkan salah satu bagian sepeda Anda tidak berfungsi bisa membuat bencana.
  • Kenakan pelindung kepala, siku, dan lutut.
Kepala, sikut, dan lutut adalah salah bagian tubuh yang rentan terluka jika jatuh. Pastikan ketiganya Anda lindungi sehingga jika terjatuh, efeknya tidak terlalu fatal.
  • Pastikan Anda terlihat.
Anda mungkin bersepeda di jalanan umum dan dalam kondisi gelap. Oleh karena itu, pastikan Anda bisa dilihat oleh pemakai kendaraan lain. Pasanglah lampu dan gunakan baju yang berwarna terang atau yang berbahan glow in the dark.
  • Jaga sikap berkendara
Bersepeda tetap harus memerhatikan pemakai jalan lain, baik pengguna kendaraan bermotor atau pejalan kaki. Jika jalanan tidak menyediakan trek khusus untuk sepeda, jangan menyerobot hak pejalan kaki.
Pastikan Anda juga selalu memberi tanda kepada para pengguna jalan lain saat akan berbelok atau berhenti. Jangan lakukan dengan mendadak karena bisa membahayakan Anda dan pengguna jalan lainnya. Pastinya, patuhi rambu-rambu lalu-lintas yang berlaku.
Jika sepeda Anda sudah dalam kondisi siap tempur, maka nikmatilah aneka manfaat bersepeda yang bisa didapat sejak kayuhan pertama.

sumber:
http://www.alodokter.com/mari-telaah-manfaat-bersepeda-bagi-kesehatan

PERILAKU KONSUMEN 2

Nama: Meilanasari Ambarrwati
Kelas: 3EA12
NPM: 15213410

1. Pengertian Pembeli dan Pembelian
- Pembeli diambil dari istilah asing (bahasa Inggris) yaitu consumer, secara harfiah dalam kamus-kamus diartikan sebagai "seseorang atau suatu perusahaan yang membeli barang tertentu atau mengunakan jasa tertentu" atau "sesuatu atau seseorang yang menggunakan suatu persediaan atau sejumlah barang". Ada juga yang mengartikan "setiap orang yang menggunakan barang atau jasa".

- Pembelian menurut para ahli:
  • Brown dkk. (2001:132) mengatakan bahwa secara umum pembelian bisa didefinisikan sebagai: "managing the nputs into the organization's transformation (production process)." Pendapat tersebut kurang lebih mempuyai arti bahwa pembelian merupakan pengelolaan masukan ke dalam proses produksi organisasi. 
  • Galloway dkk. (2000:31) mengenai fungsi pembelian yaitu: "The role of purchasing function is to make materials and parts of the right quality, and quantity available for use by operations at the right time and at the right place." Pendapat tersebut kurang lebih mempunyai arti bahwa peran fungsi pembelian adalah untuk mengadakan material dan part pada kualitas yang tepat dan kuantitas yang tersedia untuk digunakan dalam operasi pada waktu yang tepat dan tempat yang tepat. 
  • Bodnar dan Hopwood (2001:323), adalah proses bisnis dalam memilih sumber-sumber daya, pemesanan, dan perolehan barang atau jasa. 
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian:
  • Faktor Budaya, faktor ini merupakan penentu keinginan dan perilaku yang paling mendasar. Hal ini dikarenakan adanya kumpulan nilai, persepsi, preferensi, dan perilaku dari keluarganya dan lembaga penting lainnya. Faktor ini terdiri dari budaya masyarakat, sub-budaya, dan kelas sosial. Dimana untuk sub-budaya dipengaruhi oleh ras, etnik, agama, kelompok, letak geografis, dan lainnya.  Sedangkan kelas sosial terdiri atas beberapa ciri, yang mana ciri pertama adalah orang-orang dalam kelas sosial yang sama venderung untuk bertingkah laku lebih seragam daripada dua kelas sosial yang berbeda; ciri kedua adalah orang-orang yang menempati posisi inferior atau superior sehubunfan dengan kela sosial mereka; ciri ketiga adalah kelas sosial seseorang ditandai dengan sekumpulan variabel seperti: pekerjaan, pendidikan, penghasilan, dan lainnya; dan ciri keempat adalah orang yang pindah dari strata sosial satu ke strata sosial lainnya baik ke atas maupun ke bawah sepanjang hidup mereka. 
  • Faktor sosial. faktor ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti kelompok acuan, keluarga, peran, dan status. Di mana kelompok acuan dapat terbagi seperti kelompok primer dan kelompok sekunder, atau kelompok aspirasional dan kelompok dissosiatif, atau kelompok opinion leader atau kelompok follower. Sedangkan untuk faktor keluarga terdapat dominasi atas anggota yang satu terhadap anggota yang lainnya atau adanya kesepakatan dari masing-masing anggota keluarga. Dan untuk peran dan status ini lebih merupakan pengakuan keberadaan dari individu tersebut. 
  • Faktor Pribadi, faktor ini dipengaruhi oleh karakteristik dari siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, kepribadian, dan konsep-diri pembeli. yang mana siklus hidup seseorang, pekerjaan yang didapati, keadaan ekonomi yang semakin membaik, serta gaya hidup yang meningkat tentunya akan memberikan nilai pada kepribadian dan konsep-diri pembeli.
  • Faktor Psikologis, faktor ini dipengaruhi oleh motivasi, persepsi, pengetahuan serta keyakinan dan pendirian. Di mana bila motivasi yang timbul ditambah dengan persepsi akan barang yang dibeli serta pengetahuan yang didapat dari barang/jasa tersebut akans emakin menambah keyakinan dan pendirian yang kuat akan seseorang untuk memiliki barang/jasa tersebut.
3. Perbedaan dari Kebutuhan dan Keinginan Konsumen dalam memilih produk
Kebutuhan konsumen merupakan kebutuhan untuk menjamin kelangsungan hidup atau tercapai tujuan konsumen tersebut. Sedangkan keinginan konsumen adalah hasrat untuk memiliki suatu produk tanpa memperhatikan kegunaan dari barang yang dia pilih.

4. Studi Kasus Proses Perilaku Konsumen dalam Membeli suatu Produk
Banyak orang yang mempunyai hobi membaca buku sampai rela mengeluarkan uang cukup banyak untuk memiliki buku-buku yang diinginkan, walau padahal banyak versi e-book yang bisa di-download dengan gratis. Tapi bagi sebagian orang, memiliki buku dengan bentuk fisik yang bisa disentuh lebih menyenangkan daripada hanya membaca lewat handphone, laptop, kindle, dan sebagainya. Hal tersebut juga tejadi pada saya. Saya bukan termasuk orang yang sangat hobi membaca buku, hanya untuk mengisi waktu senggang saat sedang bosan.
Saya termasuk orang yang senang membeli buku. Di mulai pada saat membaca sinopsisnya, lalu melihat review orang lain (biasanya di blog) apakah buku tersebut memang recommended atau tidak. Lalu saya lanjutkan untuk melihat rating dari buku tersebut. Dan setelah melalui proses tersebut, baru saya memutuskan untuk membeli atau tidak.
Tapi  setelah melalui proses yang sedemikian rupa, tidak jarang buku-buku tersebut hanya tergeletak di rak setelah saya baca seperempat atau setengah bagiannya. Hal ini sangat sering terjadi. Tidak jarang pula saya kembali melakukan hal yang sama dengan membeli lagi buku-buku dengan judul lain dan hanya membaca sedikit.
Seharusnya saya bisa benar-benar membedakan mana yang hanya keinginan atau benar-benar kebutuhan. Yang menjadi kebutuhan menurut saya dalam membeli buku adalah biasanya jika buku tersebut akan diangkat ke layar lebar atau serial televisi. Dalam kasus di atas, saya melihat sepertinya itu hanyalah keinginan semata karena adanya rasa penasaran.


http://arti-definisi-pengertian.info/pengertian-pembeli/
http://www.ipulhe.com/pengertian-pembelian/
https://belajarmanagement.wordpress.com/2009/06/18/faktor-utama-mempengaruhi-perilaku-pembelian/



Sunday, October 11, 2015

THE MARTIAN: PERJALANAN YANG PENUH PELAJARAN

Semua orang di dunia ini pasti mempunyai setidaknya satu aktivitas yang mereka gemari atau sukai. Ada yang gemar membaca komik, olahraga, mendengarkan musik, dan masih banyak lagi. 
Jika saya ditanya apakah hobi saya, maka langsung akan saya jawab “nonton”. Entah itu menonton serial televisi atau film. Tapi saya sendiri tidak punya genre favorit. Tapi kalau ditanya apa genre yang tidak saya suka, maka jawabannya adalah horor. Mungkin bukan tidak suka, tapi bisa dihitung dengan jari jumlah film horor dari sekian banyak film yang sudah saya tonton. 
Dua atau tiga bulan terakhir saya sudah menonton tiga film yang bertema luar angkasa: Interstellar (2014), Gravity (2013), dan yang terakhir The Martian (2015). Memang sangat terlambat sekali saya baru menonton Interstellar yang membuat saya kagum akan hal-hal tentang luar angkasa. Di film Interstellar saya diajarkan untuk membuat pilihan, dan pilihan tersebut tidak hanya menyangkut tentang diri kita sendiri tapi juga orang-orang di sekitar kita. Jadi kita tidak bisa egois dan seenaknya membuat pilihan karena setiap pilihan pasti akan ada hal yang harus dikorbankan. Dan ini saya jauh lebih terlambat lagi, Gravity yang memborong berbagai penghargaan bergengsi baru saya tonton dua tahun kemudian. Banyak hal yang dapat saya petik dari film Gravity. Salah satunya menurut saya adalah bahwa hidup akan berakhir di saat kita sudah tidak mau berjuang dan menyerah. Pada saat itu semua harapan putus dan kita tidak melakukan apa-apa. 
Film terakhir yang saya tonton adalah The Martian. Saya awalnya tidak terlalu tertarik ketika melihat trailer film tersebut di youtube. Lalu tidak berapa lama kemudian, saya melihat salah satu tweet di timeline twitter saya yang kurang lebih mengatakan bahwa filmnya pasti akan bagus karena novel yang diadaptasi karya Andy Weir dengan judul yang sama pun memang sangat bagus. Karena saya orangnya mudah terpengaruh (dan menurut saya ini adalah kelemahan), akhirnya saya mulai mencari tahu tentang film ini. 
Singkat kata akhirnya saya menonton film ini hari kamis lalu setelah menyesuaikan dengan jadwal kuliah yang mulai padat dan jadwal antar jemput adik. 
Setting waktu The Martian adalah masa depan yaitu sekitar tahun 2030 di mana NASA (Badan Antariksa Amerika Serikat) dengan kru yang mereka kirim yaitu ARES III terdiri dari Mark Watney, (Matt Damon), Melissa Lewis (Jessica Chastain), Beth Johanssen (Kate Mara), Chris Beck (Sebastian Stan), dan Alex Vogel (Aksel Hennie). Melissa Lewis bertugas sebagai Komandan ARES III. Pada saat menjalankan misi mereka di Mars, terjadi badai besar di Mars dan salah satu astronot yaitu Mark Watney terlempar karena ada antena besar yang terbang terbawa badai dan mengenai dirinya. Jika astronot yang tersisa tetap tinggal di sana untuk mencari Watney, kemungkinan besar pesawat mereka akan terbalik dan mereka bisa ikut tidak selamat. Komandan Lewis akhirnya memutuskan untuk pergi dari Mars bersama anak buahnya. 
Watney terbangun keesokan harinya dengan luka di bagian perut sebelah kirinya yang tertusuk bagian antena, tapi dia masih bisa bersyukur bahwa bagian antena tersebut menutup bagian dari kostum astronotnya yang bolong sehingga dia tidak kehabisan oksigen. Watney kembali ke Habitat (tempat tinggal kru ARES III selama di Mars) untuk mengobati dirinya sendiri. Dan dari situ dia sadar bahwa teman-temannya meninggalkannya sendirian di Mars. Kemudian dia memutar otak bagaimana cara bisa bertahan di suatu planet yang tidak bisa ditumbuhi tanaman tersebut untuk memenuhi kebutuhan pangannya. 

Dari film yang berdurasi 141 menit ini, saya diajarkan banyak hal tentang kehidupan dan berikut yang bisa saya tangkap:
1. Belajar dengan serius saat di kelas maupun di luar kelas. Mengapa saya mengatakan itu? Mark Watney adalah seorang ahli botani. Dan keahliannya dia gunakan saat di Mars dengan menanam kentang dan salah satu komponennya adalah kotoran manusia (meskipun saya tidak tahu apakah benar-benar bisa tanaman ditanam dan tumbuh menggunakan kotoran manusia). Bayangkan jika selama di bangku kuliah dia hanya datang ke kelas, absen, tidur, kemudian pulang. Mungkin tidak terpikirkan olehnya untuk melakukan hal di atas (dan saya juga tidak yakin NASA akan merekrutnya kalau dia tidak benar-benar cerdas). Tidak ada ilmu yang tidak berguna. 

2. Menghadapi masalah dengan tenang. Selama saya menonton The Martian, saya tidak pernah melihat Mark Watney panik ketika cobaan demi cobaan datang padanya. Memang dia beberapa kali terlihat sedih atau bahkan depresi, tapi dia mencoba untuk menutupi itu semua dengan sarkasmenya. 

3. Jangan pernah putus asa dan menyerah. Jika saya yang ada di posisi Mark Watney saat itu, terdampar di suatu tempat yang benar-benar hanya dia penghuninya dan jarak dengan rumah sekitar 50 juta mile atau sekitar 80 juta km mungkin saya akan depresi. Tapi Mark Watney mencari cara bagaimana untuk setidaknya bertahan di Mars dan tidak kelaparan karena baru akan ada misi ke Mars 4 tahun kemudian. Dari sana dia mulai menanam kentang di tanah merah yang tidak bisa ditumbuhi tanaman dengan ilmu dan keahliannya sebagai ahli botani, lalu juga bagaimana bisa mendapatkan air di planet yang kering jika saya lihat dari foto-foto selama ini (tapi beberapa hari lalu NASA mengumumkan bahwa ada air di Mars!), dan berusaha untuk menghubungi NASA di Bumi. 

4. Rasa kemanusiaan yang ternyata masih ada di antara kita. Rekan-rekan Watney di ARES III sudah berjarak sekitar beberapa bulan (saya lupa angka spesifiknya) menuju Bumi ketika Direktur Misi NASA memberitahu mereka bahwa Mark Watney masih hidup di Mars. Lalu dengan berbagai pilihan yang ada, akhirnya ARES III memutuskan untuk kembali ke Mars untuk menjemput Mark Watney. Bayangkan, demi satu orang mereka rela berpisah lebih lama dengan keluarga untuk kembali ke Mars dan perjalanan yang menurut sangat melelahkan dan penuh risiko, contohnya kehabisan bahan bakar. Tapi demi rekan mereka, akhirnya ARES III kembali ke Mars dengan supply makanan yang mana kerjasama antara NASA dengan China. 

Bisa saya katakan bahwa The Martian adalah salah satu film terbaik yang pernah saya tonton. Semua pemain memainkan perannya dengan sangat baik terutama untuk salah satu aktor kegemaran saya, Matt Damon. Dan tidak terkecuali untuk sang director Ridley Scott dan penulis novel The Martian yaitu Andy Weir. Saya menilai film ini 9.5/10.